Arsip untuk ‘Menulis Dengan Otak yang Benar-Benar Bekerja’ Kategori

Pada awalnya kita atau sebut saja aku dan kamu saling bertanya-tanya kenapa. Kenapa aku bisa dengan mudahnya memilih kamu dan kamu juga bisa dengan mudahnya mengatakan “IYA” kepadaku. Beberapa kali aku mencoba bertanya kepadamu, tapi kamu hanya tersenyum atau sekedar tertawa kecil dan ketika kamu menanyakan kembali hal yang sama kepadaku aku juga

Ngga’ perlu waktu lama bagi Alloh untuk meluluhlantakkan sebuah kota. Begitu gampang bagi Alloh untuk memisahkan ratusan nyawa dari jasadnya. Hanya dengan Sekali goyang saja sebuah kota hancur, bangunan-bangunan runtuh dan ratusan nyawa terpisah dari jasadnya terhimpit di reruntuhan bangunan.

Ngga’ ada yang lebih ngagetin saia di pagi hari selaen ngeliat dengan mata kepala sendiri kalo hampir 100% isi blog saia dicopy paste sama orang. Tadi pagi saia online dan ngeliatin komentar-komentar di blog saia yang niatnya emang mau saia balesin satu-satu. Pas ngeliatin komentar, ternyata ada komen dari orang yang pake nama

Alhamdulillah… Akhirnya setelah cukup lama nunggu dalam ketidakpastian, hasil kelulusan UN kemaren diumumin juga. Sesuai jadwal, seharusnya dari tanggal 10 Juni kemaren udah diumumin, tapi waktunya terus-terusan diundur ngga’ jelas, padahal daerah-daerah laen udah pada diumumin hasilnya. Pertama katanya diundur jadi tanggal 13 Juni, terus katanya lagi diundur jadi tanggal 16 dan malah guru-guru juga [...]

Pernahkah anda berfikir “Kenapa sih SMA itu cuma 3 tahun aja ?” Masa SMA adalah 3 tahun terpenting dan terindah dalam hidup saia (dan anda juga tentunya). Mungkin dulu, waktu masih aktif-aktifnya belajar dan dengan tugas yang banyak banget dari guru pas di SMA, apalagi pas lagi sibuk-sibuknya ujian akhir, kita pengen banget itu semua [...]

“Bicara Tentang Cinta…, Oh Haruskah…?” Itu adalah penggalan lirik lagu Superman Is Dead yang judulnya Cerita Semalam, dan menginspirasi saia buat posting tulisan ini. Waktu saia nyalain TV, ada sinetron. Apa tema yang diangkat ? CINTA, Yang tentu aja dihiasi dengan unsur-unsur materialistis, cinta segi tiga, saling berebut harta dengan latar keluarga kaya, ya pokoknya [...]