Bikin Model Tubular Frame Motor Pake Karton

Posted: 26 Oktober 2016 in Lagi Kepengen Nulis

Ingin hati apa daya tangan….

Ingin hati memiliki Hypermotard, apa daya yang kupunya hanyalah Verza. As we know…, Verza adalah sepeda motor sport entry level keluaran Honda yang serba minimalis. Tapi kembali lagi ke prinsip penjualan, “ada harga ada rupa”. Dan menurut saya, verza adalah sepeda motor yang bisa dibilang lebih dari cukup untuk motorsport dengan harga 16-17 jutaan. Dengan dual shock yang semakin menunjang mobilitas (untuk usaha, dagang, dll…), mesin yang sudah injeksi dan bersaudara kembar dengan mesin honda CRF 150 yang notabene adalah motor dual sport, konsumsi BBM yang irit, dan posisi riding yang nyaman, maka honda verza adalah pilihan tepat bagi anda yang memerlukan mobilitas tinggi. Singkatnya honda Verza adalah motornya kelas pekerja yang sangat handal di sisi mobilitas namun untuk speed masih belum bisa diandalkan. Banyak yang menyayangkan kenapa honda Verza hadir dengan konsep suspensi belakang dual shock, mengingat saat ini trend suspensi belakang untuk sepeda motor cenderung ke arah monoshock yang lebih sporty. Dan untuk megobati kekecewaan para pengguna, banyak para pengguna verza yang memodifikasi tunggangan mereka dengan konsep monoshock agar terlihat lebih keran dan sporty. Saya pribadi sebagai pengguna verza sebagai kendaraan harian masih belum berani sejauh itu mendandani verza saya degan konsep monoshock. Selain butuh biaya yang lumayan mahal, sisi keamanan juga saya perhitungkan, mengingat sedari awal honda verza memang dirancang dengan suspensi dual shock, bukan monoshock. Dikhawatirkan akan terjadi perpindahan pusat titik tumpu yang mengakibatkan rusaknya rangka, atau bahkan patah.

2012-ducati-hypermotard-1-11_1600x0w

Siapa yang tidak kenal Ducati ? Pabrikan motor asal negeri Romeo itu memaang terkenal dengan desain sepeda motornya yang luar biasa WAH. Dan di sini saya tidak akan membandingkan Verza dengan Ducati, karena….. ya sudah jelas lah bukan bandingannya. Obsesi akan Ducati hypermotard membuat saya ingin mendandani Verza ala hypermotard dikombinasikan dengan konsep Adventure yang sangat identik dengan front mudguard yang tergabung dengan headlamp, Tubular Frame dan crash guard/engine guard. Membuat sendiri tubular frame/engine guard bagi orang awam seperti saya bisa dibilang merepotkan karena selain harus menyamakan persepsi dengan si tukang las, sepeda motor juga harus ditinggal di bengkel las agar pemasangan tubular di sepeda motor bisa presisi. Dan biasanya untuk pengerjaan pembuatan tubular bisa memakan waktu 1 mingguan, tergantung tingkat kesulitan. Bisa sih beli online tubular yang sudah jadi dan tinggal plug and play…. tapi kembali lagi ke konsep custom yaitu “We Build… Not Bought”, saya lebih cenderung bikin tubular sendiri ketimbang beli. Dan selain itu bikin tubular di tukang las pager lebih murah juga sih. Apa lagi udah kenal sama yang punya bengkel.

Untuk menyiasati hal di atas, akhirnya saya putar otak mengakali bagaimana caranya agar tukang las bisa ngerti apa yang mau saya bikin dan sepeda motor saya nggak  mesti nongkrong di bengkel las selama semingguan. Akhirnya masalah tersebut terpecahkan hanya dengan karton, lakban, dan lem tembak. Intinya adalah saya membuat gulungan karton menyerupai pipa yang saya rekatkan dengan lakban. Dan pipa karton tadi saya potong-potong kemudian saya lem dengan lem tembak dan dibentuk menyerupai tubular impian saya.

Yak pemirsa… ini contoh yang sudah jadi *Suara Ibu Sisca Switomo*

IMG_20161008_122440.jpg

Dalam sekejap saja model tubular sudah jadi dan dibuat sepresisi mungkin dengan body motor. Jadi model tadi saya serahkan ke bengkel las dan siap dikreasikan oleh tukang las sambil sesekali kita pantau progress pekerjaannya siapa tahu si tukang las kebablasan dalam berimprovisasi. Dan yang terakhir, sepeda motor tetap harus saya bawa juga ke bengkel las untuk membuatkan bracket tubular tadi agar bisa menempel secara presisi di verza kesayangan. Untuk tahapan paling akhir, yaitu pengecatan bisa kita kerjain sendiri atau dilimpahkan ke bengkel las dengan biaya ekstra. Kalo saya sendiri saya cat sendiri dengan cat sempror setelah sebelumnya didempul agar lekukan-lekukan las bisa lebih halus. Punya saya sendiri masih belum jadi, jadi belum bisa pamer. Hehehe….

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s